img

Fakta Menarik Albert Einstein

Penulis: Livia | Terbit: 07 Desember 2022 | Dibaca: 2371 kali

"If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or objects."

(Jika kamu menginginkan untuk hidup dalam kehidupan yang bahagia maka gantungkan itu pada sebuah tujuan, bukan pada orang lain atau benda benda.)

- Albert Einstein -

Halo, Sobat Sanpet ...

Siapa nih yang tidak mengenal Albert Einstein? Ya, Albert Einstein adalah fisikawan teoretis kelahiran Jerman dan secara luas diakui sebagai salah satu fisikawan terbesar sepanjang masa. Einstein terkenal atas pengembangan teori relativitas, tetapi ia juga membuat kontribusi penting terhadap pengembangan teori mekanika kuantum. Embel-embel 'jenius' selalu melekat dalam nama Albert Einstein. Berkat kecerdasannya yang luar biasa, dia mampu mengubah banyak hal di dunia. Berkat teori relativitasnya, sang guru ini semakin tersohor. Terlepas dari kecerdasannya Albert Einstein merupakan manusia biasa yang mengalami banyak peristiwa dalam hidupnya, lho.

 Berikut ini adalah hal-hal yang dialami Albert selama masa hidupnya:

1. Terlambat bicara

Albert Einstein mempunyai masa kecil yang berbeda dibandingkan dengan anak normal lainnya. Dia baru lancar bicara di umur 7 tahun. Hal ini diduga karena dia terkena serangan sindrom asperger. Kelainan ini sangat memengaruhi kemampuan berbahasanya. Akan tetapi, ahli ekonomi dari Universitas Stanford menyebutnya sebagai ‘Einstein Syndrome’. Sindrom ini dipahami sebagai fenomena dimana orang jenius yang mengalami keterlambatan bicara. Hal ini sangat berbeda dengan orang yang jenius umumnya, yang berkembang sangat cepat dibandingkan dengan orang biasa.

 

2. Sering mendapatkan nilai F

Sobat, jangan salah sangka dahulu ya, pada waktu itu, sekolah Albert Einstein menggunakan sistem penilaian yang bertolak belakang dengan zaman sekarang. Anak yang pintar mendapat F, sedangkan yang tidak terlalu cerdas mendapatkan A. Akan tetapi, para penulis biografi salah mengartikan nilai Einstein tersebut. Alhasil, dia dicap sebagai murid yang bodoh saat di kelas. Kenyataannya, dia mampu mempelajari kalkulus di usia 12 tahun.

 

3. Mempunyai seorang putri yang keberadaannya misterius 

Ketika kuliah di Zurich, Einstein jatuh cinta dengan seorang kakak tingkat bernama Mileva. Karena tidak kaya, lamarannya ditolak oleh ayah Mileva sampai tahun 1902. Setahun berikutnya dia dan Mileva menikah.  Selang beberapa waktu, pasangan ini melahirkan seorang putri yang bernama Lieserl. Nasib dari putrinya tidak jelas karena tiba-tiba pasangan ini berpisah. Banyak yang memprediksi bahwa Lieserl meninggal karena penyakit demam berdarah atau diadopsi oleh keluarga lain.

 

4. Merupakan lelaki hidung belang

Einstein ternyata selingkuh dengan sepupu dari Elsa, saat dia masih menyandang sebagai suami Mileva. Dia memaksa Mileva untuk menceraikannya dengan sebuah perjanjian. Jika Mileva menceraikannya dia akan mendapatkan bagian uang dari nobelnya. Mileva juga berhak mendapatkan hak asuh anaknya. Mileva dan Einstein resmi bercerai pada tahun 1919.

 

5. Menolak tawaran menjadi presiden

Di tahun 1952, Einstein ditawari untuk menjadi presiden untuk negara baru bernama Israel. Tawaran tersebut diajukan oleh sang perdana menteri negara tersebut, David Ben-Gurion. Karena umurnya sudah tua, Einstein menolak tawaran tersebut dengan sopan. Dia juga menjelaskan bahwa dia tidak cocok dengan dunia politik.

 

6. Otaknya pernah dicuri

Saking penasaran dengan otak sang jenius ini, Dr. Thomas Harvey, seorang ahli patologi berani mengambil otak Einstein secara ilegal. Tidak hanya otak, bahkan dia juga mencuri bola matanya dan memberikannya ke dokter mata kepercayaan Einstein, Henry Adams.Untuk menyembunyikan curiannya, Thomas menyimpannya ke dalam toples. Dia bermaksud meneliti otak tersebut seorang diri, karena kurangnya pengalaman dan pendanaan, dia gagal untuk menyeledikinya. Kemudian, dia mengembalikan otak tersebut.

 

 Sobat, dari hal-hal yang pernah dialami oleh Albert Einstein tersebut kita dapat menyimpulkan sejenius apapun manusia, ia tetaplah manusia, tidak ada yang sempurna. Banyak orang yang berkecil hati karena kecerdasan yang dimiliki Albert. Berkecil hati terkadang perlu agar kita dapat terus mengembangkan diri kita sendiri, namun jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk menuju impian yang kita impikan, ya Sobat.

 

Sumber brilio.net