img

Kado Istimewa dari Lala

Penulis: Hildegardis | Terbit: 24 Oktober 2020 | Dibaca: 167 kali

Banyak yang di luar tampak buruk tetapi di dalamnya terdapat hal sangat indah juga berharga.

Sore itu, setelah diguyur hujan, hawa dingin terasa di kamar Lala, Selimut merah menyelimuti tubuhnya. Jam beker menunjukkan pukul enam sore. Lala cepat-cepat beranjak dari tempat tidurnya, ia tak mau terlambat datang ke ulang tahun sahabatnya, Grace. Lala cepat-cepat mandi dan mengenakan gaun pestanya yang berwarna ungu. Kemudian dia merajut bandana yang telah rusak untuk dijadikan kado yang berharga untuk Grace.

Saat perjalanan menuju ke rumah Grace, tak disangka sebuah motor melaju kencang, dan melewati genangan air yang bercampur tanah, lalu menciprati kado yang dipegang Lala. Lala cepat-cepat membersihkan kadi itu meskipun hasilnya tak seindah sebelumnya. Kado itu harus segera diberikan kepada Grace.

Sesampainya di depan rumah Grace, Lala bertanya dalam hati, “Apakah Grace mau menerima kado yang kuberikan untuknya, ya?” Lala berjalan pelan-pelan dan terus memikirkan hal itu, Grace melihat Lala dari jauh dan berseru,Hai Lala! Pestanya hampir selesai loh… Ayo, sini!” Lala pun segera masuk dan menyembunyikan kado yang ingin ia berikan ke Grace.

Acara sudah selesai, dan Grace bertanya “Lala, kamu membawa kado untukku kan? Aku sudah tidak sabar menunggu kado darimu!” Pelan-pelan Lala memberikan kadonya kepada Grace, ia takut kadonya tidak diterima.

“Ini Grace, kado dariku.” Kata Lala. Dengan wajah sedih dan kecewa Grace menerima kado dari Lala. Setelah menyerahkan kado itu, Lala pamit pulang karena malam telah larut.

Sambil berjalan menuju kamarnya, Grace bergumam pelan, ”Aku kira kadonya bagus, ternyata dari bungkusnya saja sudah jelek apalagi dalamnya aku nggak akan membuka kado ini.”

Tiga hari berlalu setelah pesta ulang tahun Grace. Saat membereskan kamar Grace, mamanya menemukan sebuah kado yang belum sama sekali Grace buka. Mama pun bertanya kepada Grace, “Grace… ini kado dari siapa? Rasanya kok belum pernah dibuka, ayo… kadonya dibuka bersama mama. Di buka bareng-bareng aja.Meski enggan, Grace mengangguk tanda setuju.

Akhirnya mama dan Grace membuka kadoitu, dan betapa terkejutnya Grace bahwa kado pemberian Lala adalah kado yang istimewa. Kado itu berisi bandana kesayangan Grace yang sudah rusak dan selama ini dicarinya. Dan sekarang bandana itu sudah menjadi bagus kembali karena diperbaiki oleh Lala.

Grace segera pamit pada mama dan pergi ke rumah Lala untuk  meminta maaf karena selama ini kado dari Lala belum ia buka, padahal isi kado itu sangat istimewa.

Setiba di rumah Lala, Grace mengetuk pintu dan kebetulan sekali yang membuka pintu itu adalah Lala. Melihat Lala di hadapannya, Grace langsung memeluk Lala dan meminta maaf atas tindakannya itu. Lala pun memaafkannya. Lalu mereka bergandengan menuju ayunan di taman belakang rumah Lala seperti biasanya untuk bertukar cerita dan bercanda.

Teman-teman, sering kita melihat sesuatu hanya dari luarnya saja, padahal tanpa kita ketahui sesuatu yang terlihat buruk belum tentu di dalamnya terdapat keburukan juga. Malahan banyak yang di luar tampak buruk tetapi di dalamnya terdapat hal sangat indah juga berharga. Kita juga harus hati-hati, tidak sedikit pula yang di luar tampak indah tetapi di dalamnya jauh lebih buruk. Tetap semangat ya, Teman-teman.

 

*) Karya : Hildegardis Raras Pramudita

*) Cerita ini pernah dimuat di Majalah Sun Flower SD Katolik Maria Fatima Jember.