img

Karakter: Kritik Bisa Menajamkan Diri Sendiri

Penulis: Admin | Terbit: 27 Februari 2023 | Dibaca: 369 kali

"Jika di antara mereka yang mengkritik argumen saya terdapat suatu logika yang benar-benar baik untuk saya ambil, hal itu akan sangat membantu saya dalam mengasah dan membentuk kembali diri saya." - Wang Yangming - 

Halo, Sobat Sanpet ...

Pernahkah Sobat merasa sakit hati setelah dikritik oleh orang lain? Ternyata luka yang tercipta karena sepatah kata rupanya lebih dalam dari yang kita kira. Kecaman tak berdasar yang ditujukan kepada kita membuat hati kita sakit karena kecaman itu tak memiliki dasar, tapi kritik yang beralasan pun membuat hati kita sakit. 

Sering kali kita ingin terbebas dari situasi tak ingin dikritik, namun tampaknya hal itu tidak mungkin kita hindari selama kita memiliki hubungan dengan orang lain. Jika begitu, daripada berusaha untuk menghindari situasi ini, akan lebih baik apabila kita menerima kecaman dan kritik tersebut serta menjadikannya sebagai sesuatu yang bisa membimbing diri kita menjadi lebih baik.

Menurut Wang Yangming, kritik yang ditujukan kepada kita justru bisa membantu kita untuk lebih berkembang. Meskipun pujian mendorong semangat kita, tidak ada hal yang membuat kita sakit sekaligus berkembang seperti kritik.

 Jika tak terdapat logika yang cocok di dalamnya, kita bisa saja mengabaikan kritik tersebut. Namun, jika menurut kita sendiri kritik itu menunjukkan kelemahan kita, kita tak bisa mengabaikannya bagitu saja. Di saat seperti ini, di dalam diri kita mungkin akan ada niat untuk memperbaiki kelemahan kita. Meskipun saat itu di dalam diri kita akan terjadi pertarungan antara rasa terima kasih (karena kita mengetahui kelemahan kita) dan rasa marah serta malu (karena tidak ingin mengakui kelemahan dalam diri kita).

Lalu, perasaan mana yang akan kita pilih? Apapun pilihannya, itulah kepitusan kita.

Orang yang mengkritik kita adalah orang yang menunjukkan kelemahan kita dan membantu kita untuk mengembangkan diri. Terlebih lagi jika kita menganggap orang tersebut sebagai guru, maka orang itu akan menjadi seorang yang patut kita beri ucapan terima kasih, bukan orang yang seharusnya kita benci. 

Nah, Sobat ... sudah siapkah kita menerima kritik dari orang lain?

 

 

Sumber: Shin Dohyeun, Yun Naru. 2022. The Power of Language. Ponorogo. Penerbit Haru.