img

Karakter: Moralitas yang Bergeser

Penulis: Erlinda | Terbit: 30 Januari 2023 | Dibaca: 477 kali

"Moral bukanlah doktrin bagaimana kita membuat diri kita bahagia, tapi bagaimana kita membuat diri kita untuk layak akan kebahagiaan." - Immanuel Kant -

Halo, Sobat Sanpet ...

Pada hari Senin, 30 Januari 2023, SMP Katolik Santo Petrus mengadakan upacara bendera. Petugas upacara adalah murid-murid kelas 8A dengan pembina upacara Ibu Erlinda Situmorang, S. I. Pust.

Dalam pembinaannya, Ibu Erlinda mengangkat tema "Moralitas yang Tergeser. Tema ini dipilih sebagai bentuk keprihatinan beliau terhadap sikap dan perilaku remaja saat ini yang sudah menjauh dari kaidah-kaidah moral.

Berikut teks pembinaan upacara bendera oleh Ibu Erlinda Situmorang.

Yang terhormat Bapak, Ibu Guru, serta Karyawan,

dan Anak-Anak, Murid SMP Katolik Santo Petrus yang terkasih ... 

Moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup pengertian tentang baik, buruknya perbuatan manusia, mengutip W. Poespoprodjo dalam buku Filsafat Moral: Kesusilaan dalam Teori dan Praktek.

Secara sederhana, dapat diartikan bahwa moralitas adalah nilai yang berhubungan dengan suatu hal yang baik dan buruk. Moralitas adalah suatu fenomena manusiawi yang universal, dan menjadi ciri yang membedakan manusia dengan mahluk lain

Description: taboola mid articleSebab pada mahluk lain tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh, yang pantas dan tidak pantas, dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sementara pada manusia ada keharusan moral, di mana keharusan moral adalah hukum yang mewajibkan manusia melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai moralitas adalah nilai yang berhubungan dengan baik dan buruk, yang menarik untuk Anda pelajari.

Asal Kata Moralitas

Moralitas adalah nilai yang berhubungan dengan baik dan buruk. Moralitas berasal dari kata 'moral', yang diambil dari bahasa Latin mos (jamak, mores) yang berarti kebiasaan atau adat. Moralitas secara lughowi juga berasal dari kata mos dalam bahasa Latin (jamak, mores) yang berarti kebiasaan, adat istiadat.

Sementara, kata ’bermoral’ mengacu pada bagaimana suatu masyarakat yang berbudaya berperilaku. Kata moralitas juga merupakan kata sifat latin moralis, mempunyai arti sama dengan moral hanya ada nada lebih abstrak.

Kata moral dan moralitas memiliki arti yang sama. Untuk itu, dalam pengertiannya lebih ditekankan pada penggunaan moralitas, karena sifatnya yang abstrak. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

Moralitas adalah produk agama dan budaya. Setiap agama dan budaya di dunia memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Jadi, penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.

Wilayah geografis, agama, keluarga, dan pengalaman hidup semuanya memengaruhi moral. Dan, perlu juga Anda ketahui bahwa moral adalah sebuah konsep yang bisa berubah seiring perkembangan peradaban manusia.

Pengertian Moralitas Menurut Para Ahli

Moralitas memiliki definisi-definisi yang disampaikan oleh banyak ahli. Umpamanya, W.Poespoprodjo mendefinisikan moralitas adalah ”kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik buruknya perbuatan manusia.

Sedangkan Imanuel Kant berpendapat bahwa moralitas adalah kesesuaian sikap dan perbuatan dengan norma hukum batiniah, yakni apa yang dipandang sebagai kewajiban. Moralitas akan tercapai apabila manusia menaati hukum lahiriah bukan lantaran hal itu membawa akibat yang menguntungkan atau takut pada kuasa sang pemberi hukum, melainkan diri sendiri menyadari bahwa hukum itu merupakan kewajiban.

Burhanuddin Salam dalam bukunya yang berjudul Etika Sosial Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia membagi definisi moralitas menjadi dua. Pertama, moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagaimana manusia.

Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah, nasihat, wejangan, peraturan, perintah dsb, yang diwariskan secara turun temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik.

Kedua, moralitas adalah tradisi kepercayaan dalam agama atau kebudayaan tentang perilaku yang baik dan buruk. Moralitas memberi manusia aturan atau petunjuk konkrit tentang bagaimana ia harus hidup, bagaimana ia harus bertindak sebagai manusia yang baik, dan bagaimana menghindari perilaku-perilaku yang tidak baik.

Sedangkan, menurut KBBI moralitas adalah sopan santun dan segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun. Moralitas adalah istilah yang menggambarkan nilai-nilai tertentu dari kelompok tertentu pada titik waktu tertentu. Kebanyakan moral tidak tetap. Mereka biasanya bergeser dan berubah seiring waktu.

BERGESERNYA MORALITAS

Hidup manusia selalu berubah sesuai dengan perubahan jaman. Dan pada jaman sekarang ini, tehnologi sudah menguasai hidup manusia, sehingga kebiasaan-kebiasaan yang baik semakin berkurang. Artinya Tindakan-tindakan yang baik dalam diri manusia semakin berkurang atau menipis.

Sebagai bahan pertimbangan, bis akita lihat dalam kehidupan berkeluarga pada jaman sebelum adanya tehnologi dan setelah adanya tehnologi.

Keluarga jaman sebelum tehnologi hubungan suami istri sangat harmonis dan mesra, saling menghormati dan menghargai. Bekerja sama dalam mendidik anak-anak sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Seorang istri sangat setia menanti sang suami dirumah hingga suami pulang kerja, dan bila sudah pulang kerja, seorang istri langsung memberikan hidangan berupa teh, kopi atau nasi kepada suaminya. Seorang istri setia dan sabar mendidik dan menyiapkan makan anak dirumah dengan hasil olahan sendiri, bukan membeli. Artinya dengan mengolah sendiri adalah menggambarkan adanya kasih yang tulus dan pengorbanan didalamnya.  Sedangkan pada masa sekarang, sudah sangat dipengaruhi oleh tehnologi. Manusia sangat tergantung dengan media sosial, aktifitas manusia sudah dimudahkan oleh tehnologi yaitu media sosial. Maka tak jarang sekarang kehidupan dalam berkeluargapun sudah dikuasai oleh tehnologi. Kesetiaan sudah pudar, seorang istri tidak lagi memasak untuk suami dan anak, tetapi sudah dengan membeli diluar rumah. Mendidik anak dengan mengandalkan guru les, tidak lagi ditanganai sendiri, sehingga tak jarang bila orang tua jaman sekarang tidak tahu apa yang dilakukan oleh anaknya sepnajang hari, sebab pertemuan dengan anak terjadi pada malam hari saja. Selebihnya sudah dipercayakan kepada orang lain. Hal-hal seperti ini sangat tampak dalam sikap anak-anak semasa usia remaja. Bisa dikatakan keberhasilan orang tua terwujud dalam anak remajanya.

 

Nah, Sobat ... itulah teks pembinaan upacara bendera Senin, 30 Januari 2023.
Mari kita terus berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.