img

Liputan: Pendalaman Iman BKSN 2021

Penulis: Admin | Terbit: 25 September 2021 | Dibaca: 403 kali

"Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

     Masih dengan tema utama "Yesus Sahabat Seperjalanan Kita", pada pendalaman iman pertemuan kedua ini mengangkat tema  Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Kehilangan. Sejak merebaknya pandemi Covid-19 ada banyak orang yang kehilangan orang-orang terkasihnya. Kematian orang terdekat menyebabkan mereka mengalami syok, terpukul, bahkan terluka. Luka ini semakin dalam ketika mereka yang ditinggalkan tidak dapat melihat dan menyentuh orang terkasih karena protokol kesehatan.

     Dari pengalaman ditinggalkan ini, melalui Pendalaman Iman yang dipandu oleh Bapak Aang Wiweko pada hari Jumat, 17 September 2021, peserta diajak untuk merenungkan dan menimba kekuatan bahwa Yesus tampil sebagai Sahabat bagi mereka yang kehilangan. Tujuannya supaya kita semakin yakin bahwa Yesus tidak akan meninggalkan kita ketika sedih, kecewa, hampa, dan marah saat ditinggalkan orang terkasih. Seperti Yesus yang mengunjungi Maria dan Marta, hal itu menyadarkan kita betapa Yesus sangat bersimpati kepada orang-orang yang kehilangan. Hal serupa disharingkan oleh Veronica Natasya Halek yang merasa sedih saat ditinggalkan ayah yang sangat dicintainya. Namun, dengan kasih Yesus menyapa Natasya serta menjadi Sahabat yang menguatkannya dan keluarga.

     Pendalaman Iman pertemuan ketiga dan keempat dijadikan satu yaitu pada hari Jumat, 24 September 2021. Dalam pengantarnya, Bu Erlinda Situmorang yang memandu pendalaman iman ini menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 bukan hanya sekadar masalah kesehatan, namun juga masalah ekonomi. Banyak keluarga terhimpit masalah ekonomi. Banyak orang kahilangan mata pencahariannya karena usaha yang sudah tidak bisa lagi beroperasi. Masalah ini membuat suasana rumah menjadi kurang bersahabat.

     Di situasi yang sulit ini, sebagai remaja kita diajak untuk merenungkan sosok Yesus yang menjadi Sahabat bagi mereka yang menderita. DIA memberikan tanggung jawab pada kita untuk menolong mereka yang menderita dan menerima orang lain yang jatuh menderita karena beban dan kesulitan ekonomi. Melalui perumpamaan orang Samaria yang baik hati kita diajak untuk meneladani Yesus yang peduli dan memperhatikan orang-orang yang kesusahan dengan penuh kasih sayang. Dalam sharingnya, Pak Aang menceritakan bahwa beliau rela memberikan makanan yang harusnya hendak disantap bersama keluarga pada seorang anak yang dijumpainya sedang kelaparan  di jalan.

     Yesus, sebagai sahabat bagi mereka yang bertobat, itulah tema pertemuan keempat. Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada aktivitas ibadah di gereja karena harus dibatasi untuk mengurangi risiko penularan. Ibadah tidak dilaksanakan di gereja melainkan diikuti secara online melalui live streaming di channel YouTube. Akibatnya, hanya sebagian kecil saja umat yang dapat berpartisipasi dalam ibadah. Bagi mereka yang tinggal di pedalaman akan kesulitan sekali jika hendak mengikuti ibadah secara online karena tidak memiliki sarana yang memadai. Situasi seperti inilah yang mengakibatkan kehidupan rohani kita menjadi sedikit "abu-abu" seperti jemaat di Laodikia dalam Kitab Wahyu. Di sinilah sosok Yesus dibutuhkan sebagai Sahabat bagi mereka yang bertobat.

     Pendalaman Iman ini bukan hanya mengajak kita untuk merenungkan dan meneladani Yesus, Sang Sahabat Sejati. Namun, peserta diajak untuk memberikan aksi nyata untuk saudara dan sahabat yang menderita terutama mereka yang mengalami dampak pandemi. Aksi nyata ini bisa dengan memberi makanan, penghiburan, atau peneguhan.

Kalau Sobat Sanpet, aksi nyata apa yang akan dilakukan?