img

Liputan: Pendalaman Iman BKSN Pertemuan 1

Penulis: Admin | Terbit: 11 September 2021 | Dibaca: 709 kali

"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Bagi umat Katolik, Bulan September dirayakan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Dilatarbelakangi oleh situasi pandemi Covid-19 yang masih bergejolak, Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2021 mengangkat tema Yesus Sahabat Seperjalanan Kita. Ini merupakan tema khusus, sebab pandemi telah membuat Pertemuan Nasional (Pernas) LBI tahun 2020 tertunda, sehingga tema empat tahunan bagi BKSN yang biasanya telah ditetapkan sampai sekarang belum dibicarakan bersama. Akhirnya, melalui rapat daring pada tanggal 23 Oktober 2020 yang dihadiri oleh Uskup Delegatus LBI, Pengurus Harian LBI, Penghubung Regio, Delegatus Kitab Suci, dan sejumlah narasumber, tema ini disepakati karena dianggap relevan, aktual, dan selaras dengan kondisi yang kita hadapi saat ini.

Pendalaman Iman BKSN ini dibagi dalam empat pertemuan. Pertemuan pertama ini mengangkat tema Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Putus Asa. Sebagai dasar, bacaan Injil diambil dari Matius 14: 22-33. Pendalaman Iman BKSN di SMP Katolik Santo Petrus yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Diawali dengan pertemuan pertama yaitu Jumat, 10 September 2021, mulai pukul 11.00 sampai 12.00.

Pertemuan perdana ini dilaksanakan secara daring (meet), Pendalaman Iman dipandu oleh Ibu Dita. Ada 29 murid yang menjadi peserta dan tiga orang guru yang mendampingi. Peserta sangat antusias mengikuti Pendalaman Iman. Mereka menjawab pertanyaan, mensharingkan pengalamannya, hingga akhirnya menuliskan ayat emas pada wall of hope.

Pada pertemuan pertama ini, peserta diajak untuk mendalami makna kisah murid-murid Yesus yang diombang-ambingkan gelombang ketika di atas perahu. Yesus datang menghampiri mereka dengan berjalan di atas air. Para murid terkejut dan berteriak "Itu hantu!". Yesus datang, meyakinkan, dan menenangkan. Petrus tidak percaya dengan apa yang dilakukan Yesus.

Seringkali kita seperti Yesus yang merasa kurang percaya, bimbang, ragu, marah, kecewa, dan putus asa pada keadaan yang kita hadapi. Tetapi Yesus, Sang Sahabat Sejati selalu datang mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita dan mengatakan "Jangan Takut!"

Pertanyaannya adalah ketika kita putus asa beranikah kita meminta tolong pada Yesus? Dan saat Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk menolong, apakah kita menerima uluran tangan Yesus, atau malah sembunyi?