img

Merekam Seni Grafis : Olah Kreativitas Siswa dalam Membuat Karya dengan Teknik Monoprint

Penulis: Rizal | Terbit: 07 Februari 2023 | Dibaca: 586 kali

"Hanya dengan melakukan kesalahan-kesalahan lah, ilmu Anda bisa tumbuh dan berkembang. Anda harus memulainya dari yang jelek dahulu untuk menghasilkan sesuatu yang indah."

- Paula Scher -

Menyambut tahun 2023 dengan suasana yang meriah dari cerianya suasana baru, seni grafis menyapa dengan penuh keistimewaan. Seni memberikan sentuhan artistik dalam hidup untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Ibarat bernostalgia, seni grafis hadir karena sebab dan akibat. Seni grafis secara teknis lebih pada membuat hasil karya seni dengan teknik cetak diperbanyak. Seni grafis hadir dengan beberapa teknik yang disuguhkan, menu hidangan tersaji dalam romantika seni grafis yang bermacam-macam teknik grafis. Namun perlu ditekankan kembali, seni grafis dikelompokkan menjadi 4 bagian yang terdiri dari cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring.

Muncul berbagai macam pertanyaan yang menggelitik ditelinga. Seperti halnya, apa bedanya antara seni grafis dan desain grafis?. Pertanyaan yang mendasar namun perlu untuk dijawab secara gamblang. Secara teknis, seni dan desain tentunya berbeda dari cara pembuatannya. Seni grafis proses pembuatannya melalui cetak secara manual dengan berbagai media untuk menampilkan karya yang dicetak lebih, sedangkan desain grafis secara proses pembuatannya melalui olah digital untuk menciptakan karya.

Seni grafis memang bisa dikatakan sebagai cikal bakal adanya desain grafis. Sebelum adanya teknologi yang mumpuni, seni grafis menjadi solusi dalam membuat karya secara masal. Bahkan seni grafis juga digunakan sebagai alat propaganda. Pada tahun 1945, semarak kemerdekaan dari berbagai kalangan untuk menyuarakan sikap nasionalisme akan bebasnya dari penjajahan. Berbagai macam poster disebar secara masal di seluruh penjuru Nusantara. Poster “Boeng Ajo Boeng” yang memeriahkan kemerdekaan Indonesia, menyambut hangat atas bebasnya dari penjajah kolonial. Poster tersebut dirancang oleh sang maestro seni lukis Indonesia yakni Affandi dan diperbanyak oleh seniman penggrafis dengan menggunakan teknik cetak tinggi. Poster dicetak dalam ukuran 80 cm x 100 cm berwarna hitam dengan dasar putih.

            Itulah sejarah singkat mengenai seni grafis yang berkembang di Indonesia. Pada masa sekarang seni grafis sudah mulai berkembang pesat. Mempelajari seni grafis menjadi kegiatan yang menyenangkan, banyaknya macam teknik yang bisa diterapkan menjadikan hasil karya beragam gayanya. Di kelas 9 dengan materi Seni Grafis, menyuguhkan wahana baru bagi siswa. SMP Katolik Santo Petrus Jember kelas 9 A dan 9 B melakukan kegiatan membuat karya seni garfis menggunakan teknik Monoprint. Monoprint merupakan teknik mencetak satu kali dengan proses meratakan cat offset atau cat minyak pada kaca, lalu digambar sesuka hati dan dicetak pada kertas yang ditempel pada kaca hasil gambar. Nantinya hasil gambar pada kaca akan berpindah pada kertas dan menghasilkan tekstur yang menarik.

 

Pameran daring (dalam jaringan) bisa mengakses melalui Instagram

@9a_propinquity dan @9b.sainpeter