img

Serah Terima Jabatan Kepala SMP Katolik Santo Petrus Jember

Penulis: Admin | Terbit: 02 Februari 2021 | Dibaca: 1773 kali

Kesuksesan dapat tercapai bukan hanya karena kualitas masing-masing pribadi melainkan adanya kerendahan hati mengakui kelemahan diri sendiri dan mengakui kelebihan orang lain.

                Berdasarkan Surat Keputusan, Berita Acara, dan Kebijakan Yayasan Karmel, pada hari Jumat, 29 Januari 2021 telah dilaksanakan serah terima jabatan kepala sekolah di SMP Katolik Santo petrus Jember. Acara yang dilaksanakan masih pada masa pandemi Covid-19 ini tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

                Acara yang diadakan di aula dengan jarak antar kursi 1 hingga 2 meter ini dihadiri oleh pihak pengurus yayasan, yaitu RP. Antonius Y. Setya Darmanto, O. Carm. sebagai Ketua Yayasan Karmel, Bapak Yulius Florensius sebagai Manajemen Kantor, Ibu Khatarina Sri Budi sebagai Kabag. Kepegawaian, Suster Nipfrida Agustina H. Carm. dan Ibu Maya Febrina sebagai Bagian Keuangan, serta Bapak Janri Josua Lay. Hadir pula pada kesempatan tersebut adalah Bapak Edy S. dan Bapak Agustinus Dwijatmoko selaku pengurus Komite, serta Bapak FX. Agus Sudarsono.

                Acara yang dimulai pada pukul 09.50 ini dibuka oleh Ibu Agustina Tituk sebagai pembawa acara dan dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Ibu Erlinda Situmorang. Berikutnya, Ibu Khatarina Sri Budi membacakan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Karmel dan Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah. Berdasarkan SK tersebut terhitung mulai 1 Februari 2021 tersebut, SMP Katolik Santo Petrus Jember yang sebelumnya dipimpin oleh Bapak Drs. Mateus Sarjiya, untuk selanjutnya kepemimpinan diserahkan kepada Ibu Dra. Irmina Danar Krisnawanti. Setelah dibacakan Surat Keputusan tersebut, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah serta penyerahan berkas dari Kepala Sekolah lama kepada Romo Ketua Yayasan dan dari Romo Ketua Yayasan kepada Kepala Sekolah Baru.

                Dalam sambutannya, Bapak Mateus sedikit menceritakan perjalanan beliau mengabdi di Yayasan Karmel. Sejak Juni 1993 Bapak Mateus mendapat tugas pertama di SMPK Batu, meski sebelumnya menjadi guru HR di SMPK Kepanjen. Mulai 1993 sampai 2021, Bapak Mateus mengabdi di Yayasan Karmel dengan hidup “mengembara” artinya tinggal berjauhan dengan keluarga. Bapak Mateus mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Romo Ketua Yayasan karena telah memberi kesempatan untuk tinggal bersama kembali dengan keluarga. Per tanggal 1 Februari 2021, Bapak Mateus mendapat tugas di SMPK Santo Antonius Kalipare. Bapak Mateus juga mohon maaf apabila selama 4 tahun lebih ini banyak kesalahan yang dilakukan.

                Sebagai Kepala Sekolah yang baru, Ibu Danar menceritakan proses terpilihnya beliau menjadi kepala sekolah. Ibu Danar menyampaikan banyak terima kasih kepada Romo Ketua Yayasan yang telah memberikan kepercayaan sebagai kepala sekolah di SMPK Santo Petrus sehingga melalui doa semua pihak ke depannya SMPK Santo Petrus tetap eksis dan berkembang. Terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Mateus yang dalam masa kepemimpinannya, sekolah bisa membangun gedung yang saat ini berfungsi sebagai Lab. Komputer, ruang guru, dan ruang kepala sekolah. Dalam memasuki tugas barunya, Bu Danar memiliki cita-cita yaitu SMPK Santo Petrus yang transparan, terbuka, dan mengeksplorasi kemampuan guru serta karyawannya. Adanya kerja sama yang baik, bekerja secara tulus, ikhlas, dan profesional antara kepala sekolah, guru, dan karyawan akan mewujudkan visi sekolah. Kesuksesan dapat tercapai bukan hanya karena kualitas masing-masing pribadi melainkan adanya kerendahan hati mengakui kelemahan diri sendiri dan mengakui kelebihan orang lain. Dengan semangat satu tekad dan satu kata, mari kita tingkatkan mutu pendidikan di SMPK Santo Petrus.

                Dalam sambutannya, Romo Anton sedikit bernostalgia karena pada tahun 1997 – 1999 beliau menjadi pastor pembantu di Paroki Santo Yusup Jember. Romo Anton menyampaikan bahwa harapan Keuskupan Malang, Yayasan Karmel menjadi sehat antara lain sehat secara kemandirian sekolahnya dan kesejahteraan guru serta pegawainya. Ada tiga poin yang disampaikan Romo Anton dalam sambutannya. Pertama, sebagai ketua yayasan memilih kepala sekolah itu seperti main catur, untuk menentukan pemenang harus menggeser atau memindah biji-biji caturnya. Kedua, saat ini di Yayasan Karmel mulai diperhatikan guru-guru yang berusia mendekati 55 tahun atau mendekati masa pensiun dan jauh dari keluarga maka akan didekatkan dengan keluarganya. Ketiga, Romo berpesan, mari kita bekerja sama untuk mewujudkan SMPK Santo Petrus semakin mandiri dan kompetitif.

                Acara yang berlangsung selama satu jam itu, ditutup dengan doa penutup oleh Ibu Erlinda Situmorang dan diakhiri dengan acara ramah-tamah.

Liputan selengkapnya dapat disaksikan pada https://youtu.be/Xa0NxTMywZ4 dan https://youtu.be/AhkgnwML_Lk untuk acara lepas kenang kepala sekolah bersama siswa.