img

Tanya Kenapa: Kenapa 25 Januari sebagai Hari Gizi Nasional?

Penulis: Sesilia | Terbit: 25 Januari 2023 | Dibaca: 340 kali

“Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein, oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan atau aktivitas. ”

- Sunita Almatsier -

Sobat Sanpet ...

 

Setiap tanggal 25 Januari, masyarakat Indonesia memperingati Hari Gizi Nasional. Hari Gizi Nasional merupakan sebuah momentum untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penerapan gizi seimbang guna meningkatkan kualitas kesehatan yang lebih baik.

Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 yang jatuh pada 25 Januari 2023 ini, tmengangkat tema “Protein Hewani Cegah Stunting”. Tema tersebut sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mencegah stunting pada pertumbuhan anak-anak. 

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Gangguan ini menimbulkan masalah pada pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari rata-rata teman-teman seusianya.

Masalah stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan, salah satunya adalah memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui, seorang ibu sangat perlu memberikan asi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan.

Selain itu, pemantauan kondisi gizi anak juga harus diperhatikan agar apabila terlihat tanda-tanda ketidaknormalan bisa langsung segera diatasi. Terakhir, kondisi kebersihan lingkungan tempat tinggal tak boleh luput dari perhatian. Lingkungan yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit yang dapat memicu masalah pada ketercukupan gizi anak.

Sejarah Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional dimulai pada 25 Januari 1951. Saat itu, Sekolah Juru Penerang Makanan didirikan sebagai tanda dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia. Sejak berdirinya sekolah itu, pendidikan tenaga gizi terus berkambang. 

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an kemusian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang. 

Sebenarnya, upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia telah dimulai sejak tahun 1950, ketika Meteri Kesehatan, Dokter J. Leimena mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang kala itu dikenal dengan sebutan Institut Voor Volksvoeding (IVV), yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan, Lembaga Eijkman. Berkat hal tersebut, sosok Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Nah, Sobat ... mulailah untuk memperbaiki isi piringmu dengan makanan bergizi untuk hidup lebih sehat.