img

Roadshow Inklusif 'Jalan Terang Bertemu Dua Berlian'

Penulis: Admin | Terbit: 10 Mei 2023 | Dibaca: 483 kali

"Menjadi seorang seniman berarti mencari, menemukan, dan melihat realitas ini. Menjadi seniman berarti tidak pernah berpaling." - Akira Kurosawa -

Halo, Sobat Sanpet ...

Seni adalah suatu bentuk karya dari hasil olah pikir manusia yang memiliki sifat indah dan menghibur. Kerapkali seni selalu bersinggungan dengan kreativitas yang digali dari pengalaman hidup seseorang atau peristiwa-peristiwa tertentu. Apalagi bagi seorang filmmaker, kepekaan mengamati dan merasakan keadaan sekitar adalah kunci utama dari sebuah kreativitas. Ibarat sebuah ujung tombak, kreativitas digunakan sebagai tolak ukur kualitas karya yang diciptakan dalam segi narasi dan visual yang selaras.

Guna mengukur sejauh mana kreativitas kreator film menghasilkan kualitas yang baik dan bermutu, pembuat film perlu melakukan uji kompetensinya melalui pagelaran nonton bareng. Hal tersebut merupakan kesinambungan proses dari suatu karya visual yang tercipta dalam aspek pendistribusian karya film.

Orens Production, sebuah rumah kreatif yang berfokus pada produksi audio visual film dan video klip, mengadakan nonton bareng karya film pendek terbaru berjudul Dua Berlian dengan tajuk “Roadshow Inklusif: Jalan Terang Bertemu Dua Berlian” di SMP Katolik Santo Petrus Jember pada tanggal 2 Mei 2023. Karya berdurasi 30 menit itu disutradarai oleh Wiviano Rizky Tantowi dan Muhammad Luthfi Abudzar Ghiffari dengan mengangkat tema utama disabilitas. Film Dua Berlian sendiri secara singkat menceritakan kisah Saras, perempuan enerjik yang bekerja sebagai montir di salah satu bengkel, ingin mewujudkan keinginan sahabatnya yaitu bernama si Jalu (18), seorang disabilitas netra dan daksa yang pengin bisa pergi jalan-jalan menikmati alam indonesia.

Tim produksi sepakat bahwa visi misi pembuatan film Dua Berlian merupakan bagian dari kampanye sekaligus edukasi. Artinya, film ini akan menjumpai banyak penonton dari segala lapisan usia dan latar belakang. Tema yang diangkat pun tak hanya berbicara perihal isu disabilitas. Inklusifitas dalam kelompok masyarakat juga diambil dalam rangka menggaungkan kesetaraan hidup bermasyarakat tanpa ada pengelompokan. Selain itu, film Dua Berlian tak ingin menjadi sebuah tontonan yang sekadar menjual moral value saja. Lebih dari itu, film tersebut ingin mendefinisikan manusia yang unik dengan keistimewaan masing-masing.

Nobar film Dua Berlian berdurasi kurang lebih 120 menit diikuti oleh semua murid dengan pendampingan guru dan kru film. Banyak alumni SMP Katolik Santo Petrus yang terlibat aktif dalam pembuatan film ini. Dengan diadakan gelar nonton bersama film pendek Dua Berlian, diharapkan mampu memberikan secuil manfaat terhadap nilai-nilai inklusifitas serta pada akhirnya nanti film ini akan membawa langkah-langkah kecil dan sederhana yang bisa membuat manusia memanusiakan manusia.

Data Film:

❖ Judul = Dua Berlian

❖ Durasi = 29 menit 59 detik (29:59)

❖ Bahasa = Indonesia

❖ Genre = Drama, Keluarga, Persahabatan

❖ Tahun Produksi = 2022

❖ Tanggal Rilis = 15 Desember 2022

❖ Aspek rasio: 16:9

❖ Negara Produksi: Indonesia

❖ Link IMDb: https://s.id/IMDb_DuaBerlian

Sinopsis Film:

Jalu (20) dan Saras (24) adalah sepasang sahabat dengan segala keterbatasan yang dimiliki masingmasing, memiliki keinginan untuk berjalan-jalan menikmati alam. Mereka saling bertekat kuat membangun harapan sederhana yang sebelumnya dianggap pupus. Cara-cara tak terduga pun merestui mereka membawa mereka menemui jalan terang sesungguhnya. 

 

Sumber: Proposal Kerja Sama Roadshow Inklusif 'Jalan Terang Bertemu Dua Berlian'.