img

Sosok: 10 Perempuan Inspiratif di Dunia Pendidikan

Penulis: Admin | Terbit: 08 Maret 2023 | Dibaca: 1545 kali

"Kita sebagai wanita tidak memiliki batasan untuk meraih sesuatu." - Michelle Obama -

Halo, Sobat Sanpet ...

Menjadi perempuan sukses dan menginspirasi dalam bidang apapun merupakan hak asasi dan hal yang mungkin dicapai asalkan ada kemauan dan usaha keras. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Ada banyak tokoh perempuan paling inspiratif yang memajukan serta memperjuangkan haknya di dunia pendidikan, siapa saja ya?

Tercatat, di tahun 2017 saja ada sekitar 130 juta perempuan di seluruh dunia yang tidak bersekolah. Jauh sebelum itu, sosok perempuan bahkan kerap dipandang lemah, mudah menyerah dan tidak bisa sukses melebihi pria. Namun sekarang, perempuan mampu berjuang keras dan mewujudkan impiannya. Bahkan berhasil menciptakan perubahan positif di berbagai sektor hingga mendapat pengakuan dunia.

Sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan terhadap kaum wanita, dunia memberikan tempat khusus kepada para perempuan hebat di luar sana, dengan menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. Tema yang dipilih pada hari Perempuan Internasional tahun 2023 ini adalah "DigitALL: Innovation and technology for gender equality" atau "DigitALL: Inovasi dan teknologi untuk kesetaraan gender". Tema tersebut akan berfokus pada peran teknologi dan pendidikan digital secara global bagi kaum perempuan.

Nah, penasaran siapa saja tokoh perempuan paling inspiratif di dunia pendidikan? Berikut kami rangkum 10 diantaranya:

  1. R.A Kartini

Raden Ajeng Kartini lebih dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Wanita yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara ini memperjuangkan hak-hak wanita pribumi yang tidak mendapatkan kesetaraan atas kaum laki-laki.

Kartini juga peduli terhadap pendidikan wanita-wanita pribumi yang kala itu tidak bisa bersekolah. Hingga akhirnya, Ia mendirikan Sekolah Wanita di Rembang untuk wanita pribumi supaya bisa merasakan pendidikan.

  1. Dewi sartika

Dewi Sartika adalah pahlawan wanita asal Bumi Parahyangan yang lahir pada 4 Desember 1884. Selain Kartini, Ia adalah tokoh pahlawan yang memperjuangkan hak wanita, khususnya di bidang pendidikan. Komitmen Dewi Sartika dibuktikan dengan mendirikan Sekolah Istri pada 1904.

Sekolah ini diperuntukkan bagi wanita-wanita yang ingin mengenyam pendidikan. Sekolah Istri mengajarkan para wanita berbagai hal, seperti menjahit, merenda, menyulam, memasak, mengasuh bayi, dan juga agama.

  1. Rohana Kudus

Rohana Kudus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional pada 2019. Wanita yang lahir pada 20 Desember 1884 di Agam, Sumatra Barat ini adalah seorang wartawan yang peduli dengan pendidikan kaum Hawa. Ia menunjukkannya dengan mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang pada 1911. Sekolah keterampilan khusus ini mengajarkan perempuan baca-tulis, mengelola keuangan, pendidikan agama, budi pekerti, dan bahasa Belanda.

  1. Malala Yousafzai

Berasal dari Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Malala Yousafzai sejak remaja selalu menginspirasi anak-anak perempuan untuk bersekolah. Ia menulis blog dengan nama samaran yang menceritakan penderitaannya hidup di bawah rezim Taliban. Ia kemudian menjadi sorotan dunia setelah ditembak kepalanya oleh anggota Taliban saat berusia 15 tahun.

Pada 11 April 2017 lalu, Malala Yousafzai dinobatkan sebagai Pengabar Perdamaian atau Messengers of Peace dari Badan PBB. Ini adalah penghargaan tertinggi kedua yang diraihnya setelah mendapatkan Nobel Perdamaian pada tahun 2014. Anugerah ini membuatnya menjadi Messenger of Peace termuda yang pernah dipilih oleh PBB.

Kini, Malala telah mendirikan sebuah organisasi bernama Malala Fund yang mendukung anak-anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

  1. Michelle Obama

Michelle Obama menjadi Ibu negara Amerika Serikat dari tahun 2009 hingga 2017. Michelle tidak hanya mencetak sejarah sebagai ibu negara kulit hitam pertama di Amerika Serikat, tetapi juga telah memberikan banyak kontribusi positif untuk berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kemanusiaan.

Michelle telah membuktikan kepada banyak orang bahwa menjadi Ibu Negara tidaklah hanya menjadi pendamping presiden, tapi juga bisa ikut memberikan perubahan yang positif untuk negara.

  1. Kristalina Georgieva

Kristalina Georgieva merupakan Chief Executive World Bank. Georgieva percaya bahwa kesetaraan gender perlu diwujudkan mulai dengan memasukkan anak perempuan ke sekolah agar mereka bisa belajar dan tetap menjaganya.

Di bawah pimpinan Georgieva, Bank Dunia telah berusaha keras untuk memberikan solusi yang inovatif dalam mengatasi krisis belajar dan memastikan bahwa semua anak dapat mengakses pendidikan yang layak mereka dapatkan.

  1. Alice Palmer

Kariernya di bidang pendidikan membuka gerbang bagi lebih banyak perempuan untuk kuliah. Alice merupakan co-founder sekaligus pelayan di American Association of University Women, sebuah organisasi non profit yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Alice juga memiliki kontribusi nyata pada wacana tentang pendidikan perempuan.

Alice berpendapat bahwa perempuan harus menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjana sehingga perempuan bisa menghidupi dirinya sendiri. Saat ini nama Alice Palmer sudah tercatat dalam Hall of Fame for Great Americans.

  1. Mary McLeod Bethune

Mary McLeod Bethune dikenal sebagai “The First Lady of The Struggle” karena komitmennya dalam berjuang agar masyarakat Afrika-Amerika bisa memiliki mata pencaharian yang lebih baik melalui pendidikan.

Perjuangannya diawali dengan membangun sekolah swasta untuk siswa Afrika-Amerika di Daytona Beach, Florida, yang saat ini menjadi Bethune-Cookman University. Pada tahun 1932 ia juga bekerja pada kampanye presiden Franklin D. Roosevelt kemudian setelahnya diangkat ke Kabinet Hitam Roosevelt.

  1. Lucy Diggs Slowe

Lucy Diggs Slowe adalah katalisator perubahan yang memengaruhi masyarakat Amerika melalui prestasi-prestasinya yang hebat. Lucy adalah seorang guru sekaligus atlet yang hebat. Ia tercatat pernah memenangkan turnamen pertama American Tennis Association pada tahun 1917.

Di tahun 1922, ia terpilih sebagai perempuan Afrika-Amerika pertama yang dinobatkan sebagai Dekan Perempuan di Howard University. Lucy juga termasuk satu di antara 16 pendiri Alpha Kappa Alpha Sorority, yaitu perkumpulan mahasiswi pertama yang didirikan oleh perempuan Afrika-Amerika.

  1. Phumzile Mlambo

Perempuan paling inspiratif di dunia pendidikan yang terakhir adalah Phumzile Mlambo. Sebagai peserta aktif dalam perjuangan untuk mengakhiri Apartheid, ia memulai kariernya sebagai guru dan sejak itu mengabdikan hidupnya untuk hak asasi manusia, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Sudah sejak lama dirinya berjuang untuk hak-hak perempuan, ia berafiliasi dengan beberapa organisasi yang mengabdikan diri untuk pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kesetaraan gender.

 

Sobat, itulah 10 perempuan paling inspiratif di dunia pendidikan. Semoga perjuangan mereka dapat menginspirasi Sobat khususnya para perempuan untuk terus semangat berjuang memajukan dunia pendidikan.

Selamat Hari Perempuan Internasaional!

 

Sumber: https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/10-perempuan-paling-inspiratif-di-dunia-pendidikan-15326/